Jumat, 14 September 2012

Lihat Iklan Anda di Sini
saya membantu mengembangkan pt nutrisari lewat fb ku ini ad aku ya di Andi Honda Comunity iklan ini...

KOMUNIKASI LEBIH HEMAT DI TANAH SUCI DENGAN INDOSAT

KOMUNIKASI LEBIH HEMAT DI TANAH SUCI DENGAN INDOSAT: Menunaikan ibadah haji merupakan salah satu ibadah khusus yang dirindukan oleh umat muslim di seluruh dunia. Jumlah jamaah haji Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Kamis, 13 September 2012

Kota Kediri
Lambang Kota Kediri.jpg
Lambang Kota Kediri
Motto: Djojo ing Bojo ("Mengalahkan Marabahaya")

Locator kota kediri.png
Peta lokasi Kota Kediri
Koordinat: 111,05°-112,03° BT dan 7,45°-7,55° LS
Provinsi Jawa Timur
Dasar hukum -
Tanggal -
Pemerintahan
 - Walikota dr. H. Samsul Ashar, Sp.P.D.
 - DAU Rp. 399.397.630.000,-(2011)[1]
Luas 63,40 km2
Populasi
 - Total 267.435 BPS(2010)[2]
 - Kepadatan 4.218
Demografi
Pembagian administratif
 - Kecamatan 3
 - Kelurahan 46
 - Situs web www.kedirikota.go.id
Monumen Simpang Lima Gumul
Kota Kediri adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota Kediri dengan luas wilayah 63,40 Km2 terbelah Sungai Brantas yang membujur dari selatan ke utara sepanjang 7 kilometer.
Kota Kediri merupakan satu-satunya kota di Jawa Timur yang mempunyai 2 gunung yaitu : Gunung Klotok dan Gunung Maskumambang. Kota terbesar ketiga di Jawa Timur ini dinobatkan sebagai peringkat pertama Indonesia Most Recommended City for Investment pada tahun 2010[3] berdasarkan survey oleh SWA yang dibantu oleh Business Digest, unit bisnis riset grup SWA. Hal ini semakin menguatkan posisi Kota Kediri sebagai kota terbaik untuk berbisnis dan berinvestasi. Di kota ini jugalah, pabrik rokok kretek PT. Gudang Garam berdiri dan berkembang.

Sejarah

Awal mula Kediri sebagai pemukiman perkotaan dimulai ketika Airlangga memindahkan pusat pemerintahan kerajaannya dari Kahuripan ke Dahanapura, menurut Serat Calon Arang. Dahanapura ("Kota Api") selanjutnya lebih dikenal sebagai Daha. Sepeninggal Airlangga, wilayah Medang dibagi menjadi dua: Panjalu di barat dan Janggala di timur. Daha menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Panjalu dan Kahuripan menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Jenggala. Panjalu oleh penulis-penulis periode belakangan juga disebut sebagai Kerajaan Kadiri/Kediri, dengan wilayah kira-kira Kabupaten Kediri sampai Kabupaten Madiun sekarang.
Semenjak Kerajaan Tumapel (Singasari) menguat, ibukota Daha diserang dan kota ini menjadi kedudukan raja vazal, yang terus berlanjut hingga Majapahit, Demak, dan Mataram.
Kediri jatuh ke tangan VOC sebagai konsekuensi Geger Pecinan. Jawa Timur pada saat itu dikuasai Cakraningrat IV, adipati Madura yang memihak VOC dan menginginkan bebasnya Madura dari Kasunanan Kartasura. Karena Cakraningrat IV keinginannya ditolak oleh VOC, ia memberontak. Pemberontakannya ini dikalahkan VOC, dibantu Pakubuwana II, sunan Kartasura. Sebagai pembayaran, Kediri menjadi bagian yang dikuasai VOC. Kekuasaan Belanda atas Kediri terus berlangsung sampai Perang Kemerdekaan Indonesia.
Perkembangan Kota Kediri menjadi swapraja dimulai ketika diresmikannya Gemeente Kediri pada tanggal 1 April 1906 berdasarkan Staasblad (Lembaran Negara) no. 148 tertanggal 1 Maret 1906[4]. Gemeente ini menjadi tempat kedudukan Residen Kediri dengan sifat pemerintahan otonom terbatas dan mempunyai Gemeente Raad ("Dewan Kota"/DPRD) sebanyak 13 orang, yang terdiri dari delapan orang golongan Eropa dan yang disamakan (Europeanen), empat orang Pribumi (Inlanders) dan satu orang Bangsa Timur Asing. Sebagai tambahan, berdasarkan Staasblad No. 173 tertanggal 13 Maret 1906 ditetapkan anggaran keuangan sebesar f. 15.240 dalam satu tahun. Baru sejak tanggal 1 Nopember 1928 berdasarkan Stbl No. 498 tanggal 1 Januari 1928, Kota Kediri menjadi "Zelfstanding Gemeenteschap" ("kota swapraja" dengan menjadi otonomi penuh).
Kediri pada masa Revolusi Kemerdekaan 1945-1949 menjadi salah satu titik rute gerilya Panglima Besar Jendral Sudirman.
Kediri pun mencatat sejarah yang kelam juga ketika era Pemberontakan G30S PKI karena banyak penduduk Kediri yang ikut menjadi korbannya.

Geografi

Kota berpenduduk 267.435 (2010) jiwa ini berjarak ±128 km dari Surabaya, ibu kota provinsi Jawa Timur terletak antara 07°45'-07°55'LS dan 111°05'-112°3' BT.[5] Dari aspek topografi, Kota Kediri terletak pada ketinggian rata-rata 67 m diatas permukaan laut, dengan tingkat kemiringan 0-40%
Struktur wilayah Kota Kediri terbelah menjadi 2 bagian oleh sungai Brantas, yaitu sebelah timur dan barat sungai. Wilayah dataran rendah terletak di bagian timur sungai, meliputi Kec. Kota dan Kec. Pesantren, sedangkan dataran tinggi terletak pada bagian barat sungai yaitu Kec. Mojoroto yang mana di bagian barat sungai ini merupakan lahan kurang subur yang sebagian masuk kawasan lereng Gunung Klotok (472 m) dan Gunung Maskumambang (300 m).
Secara administratif, Kota Kediri dibagi 3 kecamatan yaitu
Dan berada di tengah wilayah Kabupaten Kediri dengan batas wilayah sebagai berikut :
Di sini terdapat industri rokok domestik. Perusahaan rokok Gudang Garam yang merupakan perusahaan rokok terbesar di Indonesia, sekitar 16.000 warga kediri menggantungkan hidupnya kepada perusahaan ini,selain itu Gudang Garam menyumbangkan pajak dan cukai yang relatif besar terhadap pemkot Kediri. Kota Kediri juga mengembangkan industri skala rumah tangga.

Perekonomian

Kota ini berkembang seiring meningkatnya kualitas dalam berbagai aspek. Mulai pendidikan, pariwisata, perdagangan, birokrasi pemerintah, hingga olahraga.
Di bidang pariwisata, kota ini mempunyai beragam tempat wisata seperti Kolam Renang Pagora, Water Park Tirtayasa, Dermaga Jayabaya, Goa Selomangleng dan Taman Sekartaji. Selain itu kota Kediri juga menawarkan hiburan jalanan seperti yang bisa di jumpai di Jalan Dhoho ataupun di Taman Sekartaji. Seperti Kota Yogyakarta yang memiliki Malioboro, Kota Kediri juga memiliki Jalan Dhoho dimana di jalan ini bisa dikatakan sebagai salah satu pusat ekonomi di Kediri. Di Jalan Dhoho anda dapat mendapatkan surga belanja bernuansa international seperti di Eropa.
Jalan Dhoho merupakan pusat kota dan pusat perbelanjaan pakaian yang sangat ramai di Kota Kediri. Suasana Jalan Dhoho menyerupai Jalan Malioboro di Yogyakarta, dimana di Jalan Dhoho ini terdapat banyak pedagang nasi tumpang dan pecel lesehan yang hampir tiap malam dipenuhi oleh masyarakat kediri dari kawula muda sampai tua yang mencari hiburan di malam hari dengan nuansa kebersamaan. Selain Jalan Dhoho, Jalan Panglima Sudirman yang hanya beberapa meter saja dari jalan Dhoho menarwakan surga belanja yang hampir sama dengan jalan Dhoho. Jika di Jalan Dhoho didominasi oleh toko-toko atau outlet-outlet ritel seperti butik, distro toko-toko baju, dll maka di Jlaan Panglima Sudirman ini lebih didominasi oleh tempat wisata kuliner walaupun ada juga beberapa outlet ritel di sini seprti Puri Batik dan Busana Muslim NORO, Spa dan butik khusus muslimah, dll. Sedangkan Taman Sekartaji terletak di barat sungai dan merupakan tempat yang nyaman untuk menikmati Kota Kediri di malam hari sembari menyantap berbagai jajanan yang dijual di sekitar bunderan Sekartaji. Di sekitar bunderan dengan air mancur di tengahnya ini terdapat banyak penjual jagung bakar yang ramai dikunjungi pada malam hari. Selain itu, Kota Kediri juga semakin ramai dengan perbelanjaan modern seperti:
  1. Kediri Town Square [6] (Jl. Hasanuddin)
  2. Kediri Mall [7] (Jl. Hayam Wuruk)
  3. Ramayana [8] (Jl. Panglima Sudirman)
  4. Golden Swalayan & Golden Theatre [9] (Jl. Hayam Wuruk)
  5. Dhoho Plaza (Jl. Panglima Sudirman)
  6. Dhoho Square (Jl. Brigjend Katamso)
  7. Hayam Wuruk Trade Center (Jl. Hayam Wuruk)
  8. UFO Mall Elektronik (Jl. Joyoboyo)
  9. AJBS Swalayan [10] (Jl. Kilisuci)
  10. Jayabaya Trade Center (Jl. Jayabaya)
  11. Mojoroto Indah Trade Center (Jl. Kawi)
  12. Borobudur Swalayan dan Toserba (Jl. Dhoho)
  13. Kris Galeri Trade Center (Jl. Brawijaya)
  14. Plaza Kediri Swalayan (Jl. Yos Sudarso)
  15. Komplek Ruko Stadion Brawijaya
  16. Komplek Ruko GOR Jayabaya
  17. Komplek Ruko Jalan Selomangleng
  18. dll.

Sebagai kota terbesar ketiga di Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang, banyaknya investor di Kota Kediri semakin menunjukkan bahwa Kota Kediri adalah kota yang sangat potensial untuk berinvestasi. Franchise nasional maupun internasional yang telah meramaikan Kota Kediri, antara lain:
Supermarket & Department Store
  1. Hypermart
  2. Matahari Department Store[11]
  3. Giant Supermarket[12]
  4. Ramayana Department Store
  5. Robinson Supermarket
  6. Sri Ratu Department Store
  7. Sri Ratu Supermarket
  8. UFO Department Store
  9. UFO Supermarket
  10. Borobudur Department Store
  11. Borobudur Supermarket
  12. Golden Supermarket
  13. Apollo Department Store
  14. dll.

Fast Food
  1. Pizza Hut (Pertama di Jawa Timur bagian barat)
  2. Hoka-Hoka Bento (Pertama di Jawa Timur bagian barat)
  3. Solaria (Pertama di Jawa Timur bagian barat)
  4. Mokko Factory Donut - Coffee & Yoghurt (Pertama di Jawa Timur)
  5. McDonald's (Pertama di Jawa Timur bagian barat)
  6. KFC
  7. CFC
  8. Holland Bakery
  9. Baskin Robbins
  10. Milk Story
  11. Doner Kebab
  12. Ichiban Crepes
  13. Es Teler 77
  14. Dundee
  15. Orange Mart
  16. dll.

Restoran Keluarga
  1. Leko Spesialis Iga Sapi Penyet
  2. Bumbu Desa
  3. Ayam Bakar Wong Solo
  4. Bebek Goreng H. Slamet
  5. Waroeng Steak and Shake
  6. Huma Ribs Steak and Shake
  7. Holiday Restaurant
  8. Waroeng Spesial Sambal (SS)
  9. Special Belut Surabaya
  10. Dinasty Steak and Shake
  11. Gulai Kepala Ikan mas Agus cabang asli dari Solo
  12. Kampung Nelayan
  13. Kebon Kota Tropical Resto
  14. Delicious Resto
  15. Ayam Bakar dan Kremes Bu Lanny
  16. Dapur Sambal
  17. Warung Sambal
  18. Warung Sambal Bawang
  19. Joglo Dau
  20. Ayam Penyet Suroboyo
  21. Sate Ayam Ponorogo Pak Siboen
  22. Pempek Bu Rina asli Palembang
  23. dll.

Toko Buku
  1. Gramedia
  2. Togamas
  3. dll.

Shoes, Bag, Clothes
  1. Payless ShoeSource (Pertama di Jawa Timur bagian barat)
  2. Studio Nine (Pertama di Jawa Timur bagian barat)
  3. Miami Beach (Pertama di Jawa Timur bagian barat)
  4. Sox Gallery (Pertama di Jawa Timur bagian barat)
  5. Rumah Warna
  6. Buccheri
  7. Sophie Martin
  8. Elizabeth
  9. Yogaya Misuwur Batik
  10. Batik Danarhadi Solo
  11. Posh Boy Distro
  12. PING Distro
  13. IFA Store
  14. Inception 99 Distro
  15. Bandung Sport Distro
  16. dll.

Karaoke & Night Life
  1. Inul Vizta Karaoke Keluarga
  2. NAV Karaoke Keluarga
  3. X3 Cafe and Lounge
  4. Sky Disc Cafe and Lounge
  5. Metro Palace Pub, Karaoke, Lounge & Resto
  6. My Kingdom
  7. X-Movie Karaoke, Cafe, & Lounge
  8. Flamboyan Karaoke
  9. dll.

Beauty Treatment
  1. Natasha Skin Care
  2. London Beauty Center (LBC)
  3. Larissa Aesthetic Center
  4. Brown Salon by Rudy Hadisuwarno
  5. Esther House of Beauty
  6. Royal Family Spa
  7. My Salon
  8. Venus Salon
  9. dll.

Cafe
  1. De Bronto's Coffee
  2. Kuno W Kini Cafe
  3. Minnie Cafe
  4. Side Walk Coffee
  5. Divino Ice Cream Cafe
  6. Bale Java Cafe
  7. JW Cafe
  8. dll.

Accessories
  1. Strawberry Accessories
  2. Naughty Accessories
  3. Loly Poly Accessories
  4. Bunga Accessories
  5. Cherry Accessories
  6. dll.

Lain-lain
  1. Sports Station
  2. Kidz Station
  3. Time Zone
  4. Game Fantasia
  5. Optik Melawai
  6. Optik Tunggal
  7. Boston Health & Beauty
  8. Guardian
  9. OKE Shop
  10. ISO Camera
  11. dll.

Kota Kediri menerima penghargaan sebagai kota yang paling kondusif untuk berinvestasi dari sebuah ajang yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat dan kualitas otonomi.[rujukan?] Kediri menjadi rujukan para investor yang ingin menanamkan modalnya di kota yang sedang berkembang. Pertumbuhan ekonomi di kota Kediri begitu pesat, hal ini juga didorong oleh sifat konsumtif masyarakat Kediri. Banyaknya perguruan tinggi swasta dan pondok pesantren menarik banyak pendatang yang secara tidak langsung ikut menggairahkan perekonomian kota ini. Perekonomian di Kota ini juga banyak dipengaruhi oleh aktivitas pondok pesantren besar di pusat kota seperti Pondok Modern Darul Ma'rifat Gontor 3 Kediri, Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Walibarokah Kediri, Pondok Pesantren Wahidiyah, dsn, di mana setiap awal bulan selalu mengadakan acara pengajian akbar yang mengundang ribuan anggotanya, dll. Selain di bidang Agama Islam, Agama Katolik cukup pesat berkembang di kota ini, ditandai dengan adanya Gua Maria Puh Sarang.

Di bawah kepemimpinan Walikota H.A. Maschut, Kota Kediri mengalami berbagai perubahan, misalnya pembangunan mal terbesar, hotel bintang 4 pertama dan kawasan wisata Selomangkleng bertaraf nasional. Maschut juga merencanakan pembangunan jembatan baru, meresmikan pasar grosir pertama di Kota Kediri, merencanakan jalur lingkar luar Kota Kediri ( Simpang Lima Gumul),dan pembangunan ruko.

Sarana transportasi di Kota Kediri cukup beragam. Selain tersedia angkutan kota (angkot) berwarna kuning, tersedia juga taksi bernama Dhahapura Taxi yang dapat dijadikan alternatif transportasi. Sering kali di berbagai sudut kota bisa ditemui angkutan wisata bernama "Becak Gowes" atau "Mobil Gowes" yang banyak disewakan di beberapa titik di Kota Kediri sebagai sarana wisata sehat dan murah meriah bagi warga Kota Kediri maupun wisatawan yang ingin berkeliling Kota Kediri dengan alternatif transportasi yang berbeda. Selain itu ada beberapa stasiun TV lokal yang berdiri di Kediri, seperti:
  1. Dhoho TV
  2. Kilisuci TV
  3. Dhamma TV
  4. BBS TV
  5. Kaka TV

Kota Kediri merupakan ibukota dari Karesidenan Kediri yang terdiri dari beberapa kota dan kabupaten yaitu Kediri, Nganjuk, Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek. Sebagai ibukota dari Karesidenan Kediri dan dengan predikat Kota terbesar ketiga di Jawa Timur serta adanya Perusahaan-perusahaan International dan Multinasional di Kediri, serta semakin meningkatnya kunjungan wisata ke Kediri membuat hotel-hotel yang ada di Kediri sering menolak pengunjung karena tidak tersedianya kamar. Akibatnya banyak wisatawan ataupun pendatang yang ingin menginap di Kediri harus berputar hingga ke Kota Blitar yang merupakan bagian dari Karisidenan Kediri. Pembangunan hotel-hotel baru dirasa sangat diperlukan di Kota Kediri yang sedang berkembang pesat ini. Para Investor sepertinya sadar akan hal ini sehingga banyak dibangun kawasan hunian baru berupa perumahan dan villa di sudut-sudut Kota Kediri, walau demikian munculnya hotel-hotel baru dirasa dibutuhkan untuk menjaga stabilitas perkembangan Kota Kediri yang sedang berkembang sangat pesat.
Daftar Hotel Berbintang di Kota Kediri:
  1. Grand Surya Hotel[13] ****
  2. Merdeka Hotel[14] **
  3. Insumo Palace Hotel & Resort[15] **
  4. Bukit Daun Hotel & Resort[16] **
  5. Lotus Garden Hotel[17] **
  6. Penataran Hotel[18] **
  7. dll

Pendidikan, Sosial, dan Budaya

Di bidang pendidikan, kota ini memiliki puluhan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas yang salah satunya sudah menyandang Sekolah Berstandar Internasional (SBI), beberapa Perguruan Tinggi lokal, Madrasah, hingga Pondok Pesantren. Pada tahun 2013 mendatang, akan dibangun Kampus IV Universitas Brawijaya di lahan seluas 23 ha di Mrican, Kota Kediri[19]. Pembangunan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lain yang sedang berlangsung adalah pembangunan Politeknik Negeri Kediri. Kehadiran Perguruan-Perguruan Tinggi Negeri ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat Kota Kediri. Universitas Brawijaya Kampus Kediri telah membuka pendaftaran mahasiswa baru sejak tahun 2011 dan sejak tahun itu pula perkuliahan sudah dilaksanakan.
Beberapa Perguruan Tinggi yang berada di Kota Kediri antara lain:
  1. Universitas Brawijaya [20] (Kampus IV)
  2. Poltekkes Kemenkes Malang (Prodi Kebidanan)
  3. Politeknik Negeri Kediri[21]
  4. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri[22] (STAIN) Kediri
  5. Universitas Nusantara PGRI[23] (UNP) Kediri
  6. Institut Ilmu Kesehatan[24] (IIK)
  7. Universitas Kadiri (UNIK)
  8. Universitas Islam Kadiri (UNISKA)
  9. Universitas Islam Tribakti
  10. Universitas Terbuka
  11. Akademi Kebidanan Medika Wiyata Kediri
  12. Politeknik Cahaya Surya
  13. Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Cahaya Surya
  14. Sekolah Tinggi Teknik Cahaya Surya
  15. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cahaya Surya
  16. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kediri
  17. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Prima Visi
  18. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Wahidiyah
  19. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Kadiri
  20. dll.

Pondok Pesantren Modern yang berada di Kota Kediri
  1. Pondok Pesantren Lirboyo[25]
  2. Pondok Pesantren Salafiy Terpadu Ar-Risalah Lirboyo
  3. Pondok Pesantren Wali Barokah[26] (LDII)
  4. Pondok Pesantren Darul Ma'rifat Gontor 3
  5. Pondok Pesantren Kedunglo
  6. Pondok Pesantren Queen Al-Falah
  7. Pondok Pesantren Al Ishlah
  8. Pondok Pesantren Nurul Huda
  9. Pondok Pesantren Nurul Amien
  10. Pondok Pesantren Salafiyyah
  11. Pondok Pesantren Darussalam
  12. Pondok Pesantren Maunah Asri
  13. Pondok Pesantren As Salam
  14. Pondok Pesantren Al Fatih
  15. Pondok Pesantren Al Hidayah
  16. Pondok Pesantren Al Qur'an Amien
  17. Pondok Pesantren Putri Hidayat Mubtadi'aat
  18. Pondok Pesantren Tribakti Lirboyo
  19. dll.

Adapun Lembaga Bimbingan Belajar yang ada di Kota Kediri, antara lain:
  1. LBBP LIA
  2. English First (EF)
  3. International Language Program (ILP)
  4. LBB Ganesha Operation (GO)
  5. LBB Sony Sugema College (SSC)
  6. LBB Neutron
  7. LBB Primagama
  8. dll.

Sebagai Kota Tahu, makanan dan oleh-oleh khas Kota Kediri yang utama terdiri dari stik tahu, tahu takwa (tahu kuning), gethuk pisang, krupuk pasir dan nasi tumpang, pecel, tumpang, bekicot. Selain itu Kota Kediri mencatat prestasi nasional dengan sukses menyelenggarakan Muktamar NU tahun 1999 dan memboyong Piala Liga Indonesia IX & XII(Sepak bola)tahun 2003 & 2006 melalui klub Persik serta mendapat predikat Kota Investasi 2003 versi Jawa Pos dan predikat Kota Sehat Nasional 2005 oleh Menteri Kesehatan.

Referensi

  1. ^ "Perpres No. 6 Tahun 2011". 17 Februari 2011. Diakses pada 23 Mei 2011.
  2. ^ http://www.andikafm.com/news/detail/1716/1/pertumbuhan-penduduk-kota-kediri-meningkat-cukup-signifikan
  3. ^ http://www.saudagar-bugis.com/kota-terbaik-untuk-berbisnis-2010/
  4. ^ Sejarah Kota Kediri dari laman www.eastjava.com
  5. ^ Buku Potensi Pariwisata dan Produk Unggulan Jawa Timur, 2009
  6. ^ www.facebook.com/KediriTownSquare
  7. ^ http://www.sriratu.com/?act=sr08.do
  8. ^ http://www.kedirijaya.com/2011/07/22/ramayana-dept-store-dan-robinson-supermarket-hadir-di-kota-kediri.html
  9. ^ http://www.facebook.com/pages/Golden-Theater-Kediri
  10. ^ http://www.facebook.com/ajbs.swalayankediri
  11. ^ http://www.kedirijaya.com/2011/08/09/matahari-department-store-membuka-gerai-ke-98-di-kediri-town-square.html
  12. ^ https://www.hero.co.id/
  13. ^ http://www.suryahotelsgroup.com/beta/surya/
  14. ^ http://www.suryahotelsgroup.com/beta/merdeka/
  15. ^ http://www.insumopalace.com/
  16. ^ http://www.bukit-daun.com/
  17. ^ http://www.phrikediriraya.com/page/show/126/hotel-lotus-garden
  18. ^ http://www.phrikediriraya.com/page/show/146/hotel-penataran
  19. ^ http://www.beritajatim.com/detailnews.php/4/Hukum_&_Kriminal/2012-08-16/143954
  20. ^ http://brawijayakampus4.wix.com/blog
  21. ^ http://www.polineke.freejoomlas.com/
  22. ^ www.stainkediri.ac.id
  23. ^ www.unpkediri.ac.id
  24. ^ www.iik.ac.id
  25. ^ lirboyo.net
  26. ^ ldiipondokkediri.wordpress.com

Jumat, 20 Januari 2012

candi tegowangi kediri

candi tegowangi

candi tegowangi 12
Terletak di Plemahan, + 25 km, + 45 menit dari Kota Kediri. Menurut Kitab Negarakertagama dan Pararaton, candi ini merupakan monumen Kerajaan Majapahit pada pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Relief candi dari batu andesit ini menceritakan wayang purwo dengan tokoh Sudamala.

TEGOWANGI TEMPLE

This Hindus temple is in Plemahan, small village + 25 kms, + 45 minutes from Kediri City. Historical book of Negarakertagama and Pararaton state this temple was a monument of Majapahit Kingdom at Hayam Wuruk’s reign. Reliefs on this andesit temple tell a tale of Sudamala, a character on Wayang Purwo (Purwo Puppets) performance.

setono gedong kediri

Situs Setono Gedong

Situs Setono Gedong KediriSitus Setono Gedong lokasinya berada di belakang Masjid Aulia Setono Gedong, dicapai melalui sebuah gang yang cukup besar di Jl. Doho, Kediri, yang letak dan arahnya berseberangan dengan jalan simpang yang menuju ke arah Stasiun Kereta Api Kediri. Di dekat situs ini juga terdapat kompleks makam keramat yang banyak dikunjungi peziarah.
Sebelum masuk ke kompleks Masjid Setono Gedong, terdapat sebuah gapura yang tidak begitu tinggi namun sangat tebal dindingnya, yang konon sebelumnya merupakan gapura sebuah candi. Sebuah sumber mengatakan bahwa beberapa pihak telah berupaya untuk mempertahankan gapura itu, namun sayang tidak berhasil. Masih beruntung bahwa gapura candi itu tidak dihancurkan, namun hanya dilapis semen sehingga bentuknya pun berubah seperti sekarang ini.
Situs Setono Gedong Kediri
Susunan batu yang ditata berjajar membentuk undakan menuju bangunan pendopo bergaya joglo, yang berukuran besar di sebelah kanan, dan yang berukuran kecil berada di sebelah kiri. Kedua bangunan itu tampaknya belum terlalu lama didirikan.
Situs Setono Gedong Kediri
Susunan batu di bagian bawah yang berwarna kekuningan adalah masih asli, yang menurut sebuah sumber merupakan pondasi sebuah candi dari jaman Kerajaan Kediri, sedangkan yang dibagian atasnya merupakan susunan batu yang ditata kemudian.
Konon di atas pondasi candi itu sempat akan dibangun sebuah masjid oleh para wali. Namun karena alasan yang tidak diketahui, pembangunan masjid itu tidak jadi dilaksanakan. Materialnya konon kemudian digunakan untuk membantu menyelesaikan pembangunan Masjid Demak di Demak, dan Masjid Sang Cipta Rasa di Cirebon.
Area di atas pondasi itu sempat difungsikan sebagai sarana prasarana ibadah, dan tempat pertemuan para wali. Menurut cerita, wilayah Kediri dibagai dalam 2 kelompok oleh para wali. Di Barat sungai di pimpin oleh Sunan Bonang, sedangkan di sebelah Timur sungai dipimpin oleh Sunan Kali Jogo, yang di dalamnya termasuk mbah Wasil yang berasal dari Istambul. Kediri adalah salah satu daerah yang paling akhir di-Islam-kan oleh para wali.
Situs Setono Gedong Kediri
Relief Burung Garuda di Situs Setono Gedong, yang dipahat pada sisi sebuah batu persegi yang bagian atasnya berbentuk bunga teratai yang bulat dan gemuk di tengah berhias garis-garis lengkung, dengan bagian atas rata. Batu di Situs Setono Gedong ini di simpan di bawah bangunan joglo kecil yang berada di sebelah kiri.
Situs Setono Gedong Kediri
Sebuah lingga yang diletakkan di sisi sebelah kanan batu berelief Garuda. Seperti tampak pada foto, bahwa di sisi batu yang berada di belakang lingga ini juga terdapat relief Garuda dengan sayap mengembang, berbeda bentuknya dengan relief garuda pada sisi sebelumnya.
Situs Setono Gedong Kediri
Relief Garuda itu ternyata dipahat pada keempat sisi batu di Situs Setono Gedong ini. Dalam kepercayaan Hindu, Garuda adalah burung yang menjadi tunggangan Dewa Wisnu.
Situs Setono Gedong Kediri
Tumpukan batu-batu berukir, yang diletakkan pada salah satu sisi di kompleks Situs Setono Gedong ini. Jika diperhatikan, batu yang menumpang pada sebelah kiri atas batu yang memanjang, memiliki ukiran relief manusia yang tengah duduk bersila, dengan jari-jari tangan menangkup, sebatas dada, tanpa kepala. Sebuah relief yang lazim dijumpai pada candi.
Situs Setono Gedong Kediri
Sebuah bentuk batu di Situs Setono Gedong yang menyerupai sebuah mangkuk besar yang rata permukaannya, diletakkan di atas sebuah umpak yang ornamennya sudah tidak begitu kentara lagi.
Situs Setono Gedong Kediri
Bangunan pendopo tanpa dinding, dengan atap bersusun tiga, yang disangga lima baris pilar kayu yang masing-masing berjumlah enam buah. Sebelum dibangun pendopo, area ini sempat tidak terurus dan ditumbuhi alang-alang yang tinggi.
Situs Setono Gedong Kediri
Sebuah sumur tua yang letaknya berdekatan dengan situs Situs Setono Gedong, yang mengingatkan saya pada Sendang Tirta Kamandanu.
Situs Setono Gedong Kediri
Situs Setono Gedong merupakan sebuah situs yang sangat menarik buat saya, meskipun masih menyimpan banyak misteri. Tidak ada prasasti bertulis yang ditemukan di sekitar Situs Setono Gedong ini yang bisa mengungkap riwayat situs ini. Hanya ada relief Garuda dan serakan sisa-sisa batu candi, serta cerita-cerita yang memberi gambaran samar mengenai riwayat Situs Setono Gedong di Kediri ini.

Situs Setono Gedong

Belakang Masjid Setono Gedang,
Jl. Doho, Kediri, Jawa Timur
Peta Wisata Kediri

gunung kelotok dan monumen simpang lima gumul keidir jatim,

WISATA KEDIRI : Monumen Simpang Lima Gumul & Goa Selomangleng

 Gunung Klotok - Kediri

Selesai mengikuti upacara HUT RI ke-63 di kantor, kami (aku, Mas Fadjar & ananda Hanif) segera bersiap mudik ke Kediri.

Perjalanan Surabaya - Kediri, lancar dan menyenangkan. Kota demi kota terlewati, Mojokerto, Mojoagung, Jombang, Kertosono, Purwoasri berakhir di Kediri. Mas Fadjar santai saja menjalankan kendaraan. Hanif terlihat anteng dan nyaman berada di "daerah kekuasaannya" (jok belakang), ditemani bantal guling & mainannya.


BULAN PURNAMA 
DI MONUMEN SIMPANG LIMA GUMUL

Malam hari, kami bersama Ibunda, adik dan keponakan (Naufal & Rifqi) jalan-jalan ke Monumen Simpang Lima Gumul (Monumen SLG).

Monumen Simpang Lima Gumul terletak di Desa Tugurejo, Kec. Gampengrejo, Kab. Kediri. Daerah Simpang Lima adalah tempat bertemunya arus lalu lintas dari lima arah. Dari arah Kediri, Pare, Pagu, Pesantren dan Gurah. Sebagai jantungnya adalah Monumen Simpang Lima Gumul.

Sebuah bangunan persegi empat yang berdiri megah, menjulang tinggi dan berukuran raksasa. Kami jadi merasa kecil saat berjalan melewati gerbangnya dan berada di bawah langit-langitnya. Kemegahan bangunan Monumen SLG mirip dengan Monumen Arc de Triomphe yang terdapat di Paris, Perancis.

Untuk ukuran kota kecil seperti Kediri, Monumen Simpang Lima Gumul adalah bangunan yang monumental, yang spektakuler, bangunan yang merupakan landmark dan icon Kota Kediri. Kalo Jakarta punya Monas, Surabaya punya Tugu Pahlawan, Bukittinggi punya Jam Gadang, maka warga Kediri bangga punya Monumen Simpang Lima Gumul.



















Monumen Simpang Lima Gumul 

Salut untuk Bapak Bupati Kediri yang berani mewujudkan ide brilian pembangunan Monumen Simpang Lima Gumul. Diharapkan kedepannya Monumen SLG akan menjadi daerah pusat bisnis dan pusat wisata belanja.

Malam ini, kami menikmati indahnya purnama di pelataran Monumen SLG. Rembulan bersinar penuh di langit yang berwarna pekat. Sangat indah. Keindahannya langsung menebar dalam ruang imajinasiku. Dunia terasa lebih damai, syahdu dan romantis.

Mendengar Naufal, Rifqi dan Hanif berteriak-teriak sambil berlarian, rasanya seperti mendengar nyayian merdu yang mendayu-dayu. Gerakan mereka yang lincah dan energik berubah bagai gerakan slow motion seperti yang terjadi di film The Matrix. Terlihat indah, anggun dan mempesona.

Saat rembulan purnama di Monumen SLG bagai menyaksikan lukisan artistik karya sang Maestro.

Kami berjalan-jalan mengitari bangunan Monumen. Angin malam terasa menderu kencang. Di sekitar pelataran Monumen banyak sekali pedagang kaki lima yang menjual makanan. Ada soto ayam, bakso, mie ayam, nasi goreng, jagung bakar, burger, aneka gorengan, kacang rebus dan masih banyak yang lainnya.

Monumen SLG telah berubah menjadi tempat wisata keluarga yang menarik dan menyenangkan. Saat malam makin beranjak larut dan angin malam terasa semakin dingin, kami bersiap untuk pulang. Rembulan masih setia bersinar, menghias langit Kediri. Sangat indah.


SARAPAN PAGI KHAS KEDIRI 
DI PASAR BANDAR

Pagi hari di rumah Ibunda (di Mojoroto-Kediri). Udara pagi terasa segar dan sejuk.

Sekitar jam 6 pagi, kami bersama Ibunda dan adik ke Pasar Bandar buat mencari sarapan. Di dalam Pasar Bandar (area samping depan) berjejer warung makan yang menyediakan sarapan pagi khas Kediri yaitu nasi pecel / tumpang. Kami masuk di salah satu warung yang rame oleh antrian pembeli.

Kami memesan nasi pecel campur tumpang. Nasi pulen yang masih mengepul hangat, diatasnya diberi sayuran rebus daun kenikir, kacang panjang dan kecambah, kemudian diguyur dengan sambal pecel dan sambal tumpang yang kental mantab. Dilengkapi dengan perkedel singkong yang gurih, tahu goreng dan rempeyek kacang / teri yang enak, tipis dan renyah. Sedaaap...!!! Harga seporsi nasi pecel tumpang sangat terjangkau, hanya Rp. 4000,- dan Rp. 1000,- untuk segelas teh manis panas. Makan seporsi rasanya masih kurang, kepengin nambah lagi.

Disini juga tersedia minuman dawet campur khas Pasar Bandar. Satu porsi dawet campur disajikan di mangkuk, terdiri dari bumbur sumsum (bubur beras putih), bubur ketan hitam, bubur mutiara, agar-agar rumput laut dan cendol warna hijau. Diatasnya disiram dengan sirup gula merah dan diberi santan yang kental. Nikmat sekali. Satu porsi dawet campur harganya Rp.2500,-

Sarapan pagi khas Kediri yang selalu bikin kangen. Enak, murah, meriah dan bergizi.


MENGHITUNG ANAK TANGGA 
BUKIT MASKUMAMBANG
 



















Acara berikutnya : berenang di kawasan wisata Selomangleng.

Kawasan wisata Selomangleng terletak di bag. Barat kota Kediri (di wilayah Barat sungai Brantas). Dari pusat kota Kediri berjarak sekitar 3 kilometer.

Rute ke kawasan Wisata Selomangleng : 

dari Bundaran Taman Sekartaji, ikuti jalan raya ke arah Barat, lurus saja (akan melewati dua perempatan, yaitu perempatan Jl. Penanggungan dan perempatan Sukorame). Dari sini sudah kelihatan gunung Klotok yang membiru. Jalan lurus saja ke arah Barat sampai menemukan gerbang masuk Kawasan Wisata Selomangleng.

Sekarang kawasan Selomangleng telah dibangun menjadi objek wisata keluarga yang bagus dan lengkap. Ada kolam renang, taman bermain yang dilengkapi dengan aneka permainan anak-anak, rumah makan apung, panggung gembira, kereta wisata, area buat jalan sehat / jogging dan toko souvenir.

Di pintu gerbang masuk kawasan wisata Goa Selomangleng dan sekitarnya, petugas akan menarik karcis retribusi sebesar Rp. 2000,- (dewasa) dan Rp. 1000,- (anak-anak).




















Kolam Renang Selomangleng

Kawasan wisata Goa Selomangleng menerapkan Sapta Pesona Wisata yang terdiri dari 7 unsur : 1. Aman, 2.Tertib, 3. Bersih, 4. Sejuk, 5. Indah, 6.Ramah Tamah dan 7.Kenangan, bertekad untuk menjadi tujuan wisata keluarga yang menarik dan layak untuk dikunjungi.
















Berenang di Selomangleng menjadi acara wajib buat Hanif bila berlibur di Kediri.
Kolam renang bernuansa alam dengan latar belakang pemandangan Gunung Klotok. Kami bisa menikmati pemandangan yang indah dan merasakan udara pegunungan yang segar.

















Pagi ini kami menjadi pengunjung pertama di kolam renang. (wooww.. serasa berenang di kolam renang pribadi.. hihihi..)
Kolam renang buka jam 06.30 sampai jam 17.00 WIB.
Tiket masuk bagi orang dewasa Rp. 4000,-, dan anak-anak Rp. 3000,- Dengan fasilitas dan sarana yang begitu bagus, harga tiket termasuk sangat murah dan terjangkau.




















Kolam Renang Selomangleng





















Goa Selomangleng - Kediri

Puas berenang di pagi yang cerah, kami jalan-jalan ke Goa Selomangleng.
Menurut cerita rakyat, Goa Selomangleng merupakan tempat pertapaan Dewi Kilisuci. Seorang putri dari Kerajaan Kediri yang pada akhir hayatnya memilih untuk menyepi dan menjauhkan diri dari keramaian dunia. Banyak relief-relief yang terpahat di dinding goa, salah satunya relief Dewi Kilisuci.

















Dari Goa Selomangleng, kami jalan-jalan menuju taman di depan goa Selomangleng. Kami istirahat sejenak di gazebo taman. Pepohonan cukup rindang dan angin bertiup semilir.

















Kami meneruskan langkah menuju Bukit Maskumambang.
Di puncak bukit Maskumambang terdapat Astana Boncolono. Sebuah kompleks makam leluhur Eyang Boncolono. Untuk menuju ke puncak, sudah dibangun tangga dari batu yang dibagi dua jalur. Anak tangga yang meliuk-liuk panjang, sampai ke puncak bukit Maskumambang.

















Dengan semangat kami menghitung satu demi satu anak tangga yang telah kami pijak. Satu, dua, tiga,... lima puluh... Kami beristirahat dulu, meredakan nafas yang tersengal. Lima puluh satu... Delapan puluh lima... Kami berhenti lagi. Angin bertiup kencang. Tenggorokan terasa kering. Hanif masih semangat menaiki anak tangga. Seratus lima puluh... !!!













 



Kami berhenti di anak tangga ke seratus lima puluh. Sudah cukup tinggi buat ananda Hanif. Kami beristirahat di lahan yang agak lapang. Melihat pemandangan yang indah, luasnya langit biru dan merasakan sejuknya semilir angin pegunungan.

Dari sini terlihat Gunung Klotok yang menjulang perkasa, kawasan wisata Selomangleng, hamparan sawah-sawah yang membentang luas dan pemandangan kota Kediri.

museum airlanga kediri

Museum Airlangga

Museum Airlangga KediriMuseum Airlangga berada di Jl. Mastrip 1, Kawasan Wisata Selomangleng, yang menyimpan arca batu dan benda-benda peninggalan purbakala lainnya dari jaman kejayaan kerajaan Mataram Hindu. Pada kali pertama saya datang di kawasan wisata Selomangleng, Museum Airlangga baru saja tutup, dan baru pada keesokan harinya saya bisa masuk ke dalam gedung Museum Airlangga ini.

Nama museum diambil dari nama Raja Airlangga, yang lahir di Bali pada 990 dan diduga meninggal di Belahan 1049, pendiri Kerajaan Kahuripan yang memerintah pada 1009-1042 dan bergelar Abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa.
Adalah Airlangga yang meminta Mpu Kanwa untuk menggubah sebuah karya sastra berjudul Kakawin Arjunawiwaha pada 1030, menyadur Wanaparwa, kitab ketiga Mahabharata karya Vyasa dari India.
Setelah gagal menempatkan salah satu putranya sebagai raja di Bali, sebelum turun tahta dan menjadi pendeta, Airlangga memerintahkan Mpu Bharada untuk membelah wilayah kerajaannya menjadi dua, yang kemudian menjadi Kerajaan Kadiri dan Kerajaan Janggala, dan diberikan kepada kedua putranya.
Museum Airlangga Kediri
Tampak depan Museum Airlangga dengan wuwungan bertingkat dan dinding kaca di sekeliling bangunan museum. Papan nama Museum Airlangga terbuat dari kayu berukuran cukup besar di tempel di bagian depan museum.
Museum Airlangga Kediri
Patung Airlangga yang digambarkan sedang naik seekor Burung Garuda yang kakinya mencengkeram seekor ular naga. Garuda dalam kepercayaan Hindu adalah kendaraan Dewa Wisnu, dan Airlangga dikenal sebagai penganut Hindu yang taat. Patung Airlangga yang terbuat dari batu andesit ini diletakkan di depan Museum Airlangga.
Museum Airlangga Kediri
Koleksi Makara yang disimpan di Museum Airlangga. Makara adalah binatang mitologis yang bentuknya menyerupai ikan namun memiliki belalai, yang digunakan untuk menyalurkan air di candi-candi Hindu atau sebagai pancuran.
Ada pula koleksi Arca Nandi, Lembu kendaraan Shiwa, serta koleksi arca batu lainnya yang diletakkan di bagian kanan Museum Airlangga. Nandi adalah lambang moral, keadilan, dan kekuatan, yang biasanya dibuat dalam posisi badan mendekam dengan kaki depan siap berdiri, yang menunjukkan kesiapan menerima perintah Shiwa.
Ada relief manusia pada sebuah potongan batu candi dengan wajah menghadap ke samping, yang konon berhubungan dengan pemujaan terhadap roh leluhur. Relief manusia di candi-candi di Jawa Tengah umumnya digambarkan secara natural dengan wajah menghadap ke muka.
Museum Airlangga Kediri
Jaladwara di Museum Airlangga, yang merupakan pancuran air yang dipergunakan di candi atau pemandian kuno. Pancuran air di candi pada umumnya menggunakan bentuk makara atau guci yang dibawa seorang pemuka agama, yang melambangkan kesucian dan kesuburan.
Museum Airlangga Kediri
Arca Kala di Museum Airlangga. Kala adalah juga binatang mitologis dalam kepercayaan Hindu yang digambarkan dalam bentuk wajah dengan raut yang menakutkan, mata besar melotot, dan mulut menyeringai lebar memperlihatkan gigi taringnya yang tajam. Relief Kala umumnya diletakkan di atas ambang pintu masuk candi, sebagai penolak bala.
Museum Airlangga Kediri
Sebuah temuan purbakala berupa Yoni di Museum Airlangga. Yoni biasanya berbentuk balok batu dengan sebuah lubang di tengah sebagai tempat untuk menancapkan Lingga (Shiwa), dan ada cerat di salah satu sisinya untuk mengalirkan air pembasuh Lingga sewaktu diadakan upacara. Yoni, yang merupakan lambang kesuburan wanita, biasanya diletakkan di ruang utama candi dengan cerat menghadap ke arah utara.
Di Museum Airlangga terdapat sebuah Aca Buddha tanpa kepala. Dalam kepercayaan Buddha dikenal 3 perwujudan Buddha, yaitu Manusia Buddha (Buddha yang menjelma menjadi manusia), Dhyani Buddha (Buddha yang bersifat badan halus) dan Dhyani Bodhisatva (Buddha sebagai mahluk kayangan).
Ciri-ciri arca Buddha lazimnya adalah adanya unisha (rambut dan sanggul), urna (bulatan di tengah dahi), telinga yang panjang, dan mudra (sikap tangan yang menjadi pembeda antara arca Buddha yang satu dengan lainnya).
Museum Airlangga Kediri
Sebuah Arca Shivanandi yang disimpan di Museum Airlangga. Shiwa adalah dewa tertinggi Trimurti (Shiwa, Wisnu, Brahma), yang digambarkan bertangan empat (masing-masing membawa trisula, cemara, genitri, dan kendi), bermata tiga, ada ornamen ardha chandra (bulan sabit) pada hiasan kepala, ikat pinggang dari kulit harimau, hiasan leher ular kobra, dan berkendara Lembu Nandini.
Shiwa adalah dewa pelebur, yang menghancurkan segala yang usang dan tidak layak lagi berada di dunia dan harus dikembalikan ke asalnya.
Museum Airlangga Kediri
Sebuah Jambang batu berukuran besar koleksi Museum Airlangga yang bentuknya menyerupai silinder namun berpenampang lonjong, dengan hiasan berupa bunga teratai yang merupakan lambang kesucian. Dalam kepercayaan Hindu, sebuah benda dengan penampang mendekati bentuk lingkaran biasanya dikaitkan dengan asal mula kehidupan.
Museum Airlangga Kediri
Sebuah patung Shiwa setinggi satu setengah orang dewasa, yang tampaknya merupakan arca terbesar di Museum Airlangga. Arca Shiwa, yang mata ketiganya bisa membakar musnah apa pun yang tidak dikehendakinya, biasanya diletakkan di ruang utama candi Hindu.
Museum Airlangga Kediri
Arca Ardhanari di Museum Airlangga, yang merupakan lambang persatuan Shiwa dengan Parwati, isterinya. Ardhanari karenanya digambarkan berbentuk setengah pria dan setengah wanita bertangan empat, dengan dua tangan belakang masing-masing memegang aksamala dan camara dan dua tangan depan diletakkan di depan perut.
Museum Airlangga Kediri
Prasasti Batu di Museum Airlangga yang terbuat dari batu andesit dengan tulisan huruf Jawa kuno yang masih terlihat cukup jelas, dengan hiasan flora di bagian bawahnya.
Museum Airlangga Kediri
Arca Dewa Wisnu di Museum Airlangga. Wisnu adalah Dewa Pemelihara, yang digambarkan bertangan empat, masing-masing tangan memegang sankha (lambang pembebasan manusia dari kesulitan), cakra (lambang perputaran dunia), pada (lambang kekuatan) dan padma (lambang kedewaan). Di Museum Airlangga juga ada koleksi Gentong Batu yang bentuk bulatnya bisa dikaitkan dengan padma, asal mula kehidupan, dan sebagai wadah air suci.
Di sebelah samping kiri Museum Airlangga terdapat area terbuka di bawah pepohonan dimana disimpan beberapa koleksi arca dan dan benda-benda lain yang terbuat dari batu.
Museum Airlangga di kawasan wisata Selomangleng memiliki koleksi yang cukup beragam dan bernilai sejarah tinggi, meskipun penataan interiornya terkesan agak sederhana. Keterangan yang ada pada setiap koleksi Museum Airlangga ini sangat membantu pengunjung dalam memahami arti masing-masing benda. Akan lebih membantu lagi jika ditambahkan keterangan mengenai riwayat penemuan benda-benda tersebut.

Museum Airlangga

Jl. Mastrip 1 Kawasan Selomangleng,
Kediri
Telp. (0354) 773157, Fax. (0354) 686613
Peta Wisata Kediri